Jumat, 01 Juli 2011

Finally, it's over!

Ketika Guangzhou Academy of Fine Arts sudah menjadi kenangan yang mungkin bisa dikatakan indah sepanjang hidup gw.


19 Juni 2007.

Bandara Soekarno Hatta rasanya menjadi tempat terburuk sepanjang masa. Tempat dimana gw meninggalkan Jakarta dan hari itu juga tiba di Guangzhou dengan perasaan campur aduk super aneh, dengan tangis menderu berharap ketinggalan pesawat. Mama duduk di samping gw sambil bingung kenapa anaknya nangis kejer gituh.


Tahun itu, gw sempet hampir bisu mendadak sangking ga bisa mengeluarkan apa yang ada dipikiran gw karna kemampuan berbahasa mandarin yang sangat amat terbatas. Sempet shock karna diomelin penjual roti hanya karena gw ingin menukar uang receh. Sempet terganggu karna orang lokal berbicara dengan intonasi super tinggi dan super keras. Sempet ngerasa terbuang karna sama sekali ga kenal orang Indonesia di Guangzhou yang padahal gw tau sekali jumlahnya banyak sekaliiiii…


Hari pertama masuk kampus, salah naik bus! Dengan keberuntungan yang cukup tinggi, sembarang berhenti di sembarang halte, eh ternyata ada bus yang sampe ke kampus gw yang super desa letaknya.


Hari pertama masuk kampus, cuma bisa diam seribu bahasa. Ga kenal siapa-siapa secara semuanya tinggal di asrama dan cuma gw yang tinggal di downtown.


Hari pertama masuk kampus, cuma bisa diam seribu bahasa. Secara bahasa mandarin masih bodoh sekali yang rasanya anak SD pun lebih pinter daripada gw.


Hari pertama masuk kampus, katanya itu tuh kelas “China’s Profile” ya ampun buku pelajarannya gw translate satu-satu sangking ga ngerti itu tulisan keriting apaan.


Hari pertama masuk kampus, katanya itu kelas untuk anak-anak internasional, Hongkong, Macau, Taiwan. Dan dibayangan gw, ada bule lah at least. Begitu masuk kelas, semua rambut item, semua mata sipit. Haizzz, all of them are Asians. =,=”


Hari pertama masuk kampus, ketika gw ditanya gw jurusan apa? Gw keluarin surat tanda diterimanya gw di kampus ini, dan membiarkan mereka baca jurusan gw sangking gw ga tau cara bacanya gimana.


Tahun pertama di kampus, bener-bener melalui hari-hari yang sangat amat tidak mudah. Penuh dengan perasaan jiper karna gambar temen-temen gw bener-bener udah kayak gambar pelukis professional. Penuh dengan makian dan keinginan untuk balik ke Jakarta. Ketika itu Friendster masih popular, dan banyak semangat dari temen-temen di Jakarta, tapi banyak juga muncul pertanyaan2 apakah gw akan sanggup ngelewatin 4 tahun kuliah dengan kendala bahasa yang adalah salah satu faktor terpenting dalam berkomunikasi. Mama telpon hampir seminggu sekali hanya untuk mendengarkan keluhan gw. Bahkan gw sempet mengajukan keinginan untuk balik yang bener-bener penuh dengan pernyataan yang tidak bisa diganggu gugat sampai akhirnya mama menyerah dan bilang anggep aja tahun ini gw cuma belajar bahasa disini. Tapi pada akhirnya, gw merasa tertantang untuk menyelesaikan kuliah disini. =.=”



2008-2009

Tahun kedua di Guangzhou, dan juga tahun kepergian Papa.

Tahun itu ketika kembali masuk kuliah setelah liburan yang cukup panjang, tiba-tiba berasa kuping gw kok bisa ngerti banyak banget bahasa mandarin?? Ketika akhirnya merasa banyak banget kemajuan yang gw peroleh dibanding tahun lalu ketika baru masuk kuliah, ketika omongan dosen tidak lagi terasa seperti lagu dengan bahasa alien, at least 40% bisa gw mengerti walaupun masih bodoh pastinya. =,=”


Tahun ini gw juga menerima beasiswa murid international terbaik. Wew. Kinda proud of myself. J tahun ini gw mulai nge-kost di deket kampus.


Tahun ini juga gw mulai kenal rakyat Indonesia yang nyangsang di Guangzhou. Mulai aktif dengan segala kegiatan-kegiatan KJRI.



2009-2010

Tahun ketiga di Guangzhou. Kondisi rasanya mulai membaik, walaupun hubungan dengan teman sekelas masih gitu-gitu aja. Tetep ga banyak yang gw kenal. Tetep ga banyak yang bisa gw lafalkan namanya dengan baik *secara nama mandarin yak..kalo gw afal nama mereka satu per satu, vocab mandarin gw rasanya udah keren sekali*.


Tahun ini juga gw mulai sibuk dengan hal-hal diluar dunia kampus, padahal project kampus sangat tidak bisa dimaafkan bejubelnya. Tapi gw masih sempet ke downtown untuk rapat ini dan rapat itu.


Tahun ini gw megang 2 jabatan sekaligus untuk 2 organisasi yang berbeda.


Dan entah gimana caranya gw pun masih aja bisa ngelewatin tahun ini dengan baik. Nilai project juga oke-oke saja.



2010-2011

Ga berasa banget udah di tahun keempat. Dengan mandarin yang belum juga bagus-bagus banget, dan masih ga deket2 banget sama temen-temen sekelas. Ngerjain tugas masih dengan bahasa inggris sangking ga sempetnya translate ke mandarin. Dan masih juga sering salah mengerti maksud dosen.


Masih aja sirik dengan temen-temen yang ga pilih jurusan arsitektur karna punya waktu tidur yang sangat cukup dan melimpah ruah, dan waktu yang banyak untuk pergi bermain dan jalan-jalan. =,=”


Sampai pada waktunya penulisan skripsi di semester terakhir. Penulisan skripsi yang gw mulai dari liburan winter. Balik Indo, pergi ke Bangka untuk survey, proses penulisan yang tanpa hentinya selalu melibatkan dosen pembimbing, mama (untuk mentranslate), senior, dan temen-temen gw yang lainnya juga pastinya. Entah dalam bentuk saran, peminjaman scanner, peminjaman tempat tinggal, peminjaman buku guiding ke Bangka, proses pengumpulan data, pengubahan kata-kata yang dipakai dalam skripsi, dan lain-lainnya.


Kemudian ketika sampai akhirnya tiba dihari sidang skripsi, rasanya hari itu adalah hari yang paling gw takuti sepanjang perkuliahan gw, tapi juga yang paling gw tunggu-tunggu. Dengan mandarin yang pas-pas an gw harus presentasi dihadapan 6 orang dosen dan dihadapan temen-temen gw yang pastinya punya kemampuan jauh diatas kemampuan gw. My GOSH!!


Gw bahkan latihan dulu di depan temen-temen di hari sebelum sidang. Hanya 6 menit waktu yang diberikan untuk presentasi skripsi yang cukup tebal dan dituliskan dalam bahasa mandarin itu.


Selesai presentasi, salah satu dosen buka suara dan bilang bahwa skripsi gw adalah skripsi terbaik di angkatan gw, dengan urutan yang sangat runtut dan detail, cara penulisan yang baik, dan sebagainya. Dan gw yang masih berada di depan, hanya ber-“HA” ria, sangking ngerasa “ga mungkin banget mandarin pas-pas an getohh”. Dan seorang dosen lainnya bilang, powerpoint gw juga paling bagus karna langsung tertuju pada poin pembicaraan. Dan gw juga kembali ber-“HA” ria. What a day?? J


Stage pertama menuju kelulusan akhirnya selesai dengan sangat memuaskan. Hari itu bener-bener membuat gw sangat senang. Perjuangan yang sangat tidak sia-sia. Ketika gw never expected untuk mendapatkan nilai tinggi, bahkan gw mengira akan dicela dosen dengan alasan judul gw terlalu mudah atau apalah itu. Hari yang cukup penting untuk gw, karna jika gw flashback ke hari pertama masuk kuliah, kebegoan dalam berbahasa mandarin itu, sangat amat tidak pernah membuat gw berpikir akan mendapatkan nilai terbaik. Tapi ternyata….?? Wow!


Tahap kedua menuju kelulusan adalah final project. Tanpa hentinya melibatkan seorang senior maupun teman2 lagi untuk terus berkonsultasi tentang design gw, dan juga dosen pembimbing yang bimbingannya the best on earth!


Proses naik turun dari ga bisa tidur sangking otak selalu mikirin denah dan building mass; proses development konsep-building mass-fa├žade-denah yang selalu mengalami perubahan yang tiada hentinya; proses rendering yang lumayan makan waktu; proses editing dengan photoshop yang ternyata membuat gw belajar banyak; proses bimbingan dosen dari diomelin sampe akhirnya mereka ngerasa design gw itu bakal dapet nilai tinggi; pembuatan maket yang makan biaya cukup tinggi; proses begadang selama berbulan-bulan ditemani oleh lagu-lagu di playlist yang bahkan udah bosen gw dengerin setiap hari; emosi yang mudah meluap; muaknya di depan laptop setiap hari menghadapi autoCAD, sketchup, dan photoshop;


Tapi proses ini, bener-bener membuat gw belajar banyak. Belajar banyak sekali tentang arsitektur dan proses desain. Bahkan tidak pernah terpikirkan oleh gw kalo gw sanggup menyelesaikan desain ini.


Proses ini benar-benar tidak sia-sia. Nilai yang diperoleh juga memuaskan, walaupun tidak menjadi desain terbaik, tapi setidaknya nilai 86 itu udah sangat memuaskan buat gw. Sangat tidak terduga.



24 Juni 2011 kemarin, akhirnya resmi lulus dari Guangzhou Academy of Fine Arts dengan gelar Bachelor of Arts in Architecture and Environment Art Design!!


And, finally it’s over!!! Gw yang pada awalnya jiper sangat, dan melewati tahun pertama yang penuh dengan keluhan dan terus-terusan ingin pulang. Tapi pada akhirnya, ini hasil yang memang ingin gw tunjukkan pada orang-orang. Bahwa gw, bisa melewati 4 tahun perkuliahan gw di negri antah-berantah ini dengan hasil yang sangat memuaskan, dengan hasil yang awalnya tidak pernah terpikirkan oleh gw.


Ini merupakan satu proses penting untuk gw, sebuah proses yang gw pelajari selama 4 tahun ini, bahwa jangan mudah menyerah pada keadaan. Kadang kita memang tidak berani menghadapi keadaan yang berada diluar zona aman kita. Tapi ternyata ketika kita bertahan, kita bisa membuktikan bahwa kita bisa menghadapi hal-hal yang kita rasa berada diluar batas kemampuan kita. Tunjukkan pada diri sendiri bahwa kita bisa melewatinya!


Terima kasih sekali untuk semua dukungan dari keluarga, senior2 Paskibra 78 tentunya yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah, dan juga teman-teman gw selama 4 tahun ini. Tidak mudah. Sama sekali tidak mudah. Tapi akhirnya, gw berhasil menyelesaikannya. :)



nb. I hope that my Dad do proud of me too! Dan untuk temen-temen yang baca blog gw, semoga kalian terinspirasi untuk tetap struggle menghadapi kerikil-kerikil yang selalu bermunculan dalam hidup kalian. Keep Fighting! :)



-Wennie-